Kacau - 4

on Kamis, 19 Februari 2009

Apakah sikap demikian sikap subversif, atau kriminal? Itu pun terserah pada tuan-tuan yang berkuasa, yang mempunyai serdadu, polisi, dan perangkat administratif. Tindakannya tak lain dari apa yang tingkat peradaban budayanya bisa berikan. Sekiranya lebih maju dari takaran peradaban dan budayanya, semoga demikian, boleh jadi itu suatu isyarat positif, kutukan 7 turunan Gandring tidak akan berlaku sampai 2 generasi, karena babak sinthesis sedang di ambang pintu. Yang jelas, semua yang telah terjadi akan abadi dalam ingatan bangsa ini dan umat manusia sepanjang abad, tak peduli orang suka atau tidak. Para pengarang akan menghidupkannya lebih jelas dalam karya-karyanya. Para pembunuh dan terbunuh akan menjadi abadi di dalamnya daripada sebagai pelaku sejarah saja. Topeng dan jubah suci akan berserakan.
Sekali lagi, maaf.
Penyiksaan (Persecution)
Untuk itu "jutaan" manusia sepanjang sejarah etnikku terbantai. Tentu saja tidak angka resmi bisa ditampilkan. Yang jelas, sejalan dengan pendapat pakar Cornell, Ben Anderson, klimaks Mahabharata adalah "mandi darah saudara-saudara sendiri". Sehingga terkadang karena suatu hal yang kemudian kita anggap tidak berarti lagi membuat kita harus menggunting putus benang kehidupan saudara kita sendiri.
Perasaan yang tidak menyenangkan ketika kita tidak mendapat respon dari lawan bicara seperti yang diharapkan. Terkadang manusia itu sering kusebut dengan otak batu yang berjalan
Terasing dalam keramaian mungkin itulah yang kebanyakan dirasakan oleh banyak pribadi yang cenderung merenungi nasib dan jalan takdir yang dapat dilihat sepintas dengan kesadaran yang juga berjalan sepintas akan tetapi terkadang di dalam perjalan pikiran ketika sedang mengalami renungan atau introspeksi diri kita mendapati diri kita merasa kecil dibanding dengan apa yang kita lihat dan rasakan ketika pikiran berjalan normal kebuntuan adalah suatu kenormalan, pikiran normal adalah pikiran yang buntu karena kita tidak dapat melihat kejadian yang sebenarnya, kita hanya melihat apa yang ingin kita lihat, mendengar apa yang ingin kita dengar, melakukan apa yang ingin kita lakukan meskipun kemudian kita melihat dengan hati yang bersih bahwa apa yang kita lakukan tersebut justru mendorong kita kepada jalan yang sebenarnya tidak ingin kita tempuh.??????

0 komentar:

Posting Komentar