Perkenalan: Kacau !!!

on Minggu, 14 Desember 2008

Entah mengapa?, tapi perasaan yang sedang penulis rasakan ini berbeda dengan perasaan yang pernah penulis rasakan sebelumnya. Yah…. Memang suatu kekalahan itu amatlah menyakitkan apalagi jika kita dikalahkan oleh seseorang yang menurut kita sangatlah tidak pantas atau dengan kata lain orang yang kita anggap tidak mampu.
Yah.. berat memang tapi itulah perasaan yang harus ditanggung. Suatu perasaan kacau yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata akan tetapi hal itu justru sangat menentukan langkah kita dikemudian hari. Apakah kita akan jatuh dilubang yang sama ? atau kah kita bisa menutup lubang yang pernah kita rasakan permukaan dasar dari kedalamannya itu.
Apakah anda tahu sesuatu yang sama sekali tidak anda ketahui ternyata adalah sesuatu yang ternyata sangat kita kenal seperti kita mengenal tubuh fisik kita sendiri ( Aku tidak mengatakan “tubuh“ saja tetapi tubuh fisik karena terkadang sebahagian orang tidak mengenal tubuh fisik apalagi tubuh jasmaninya ). Dengan tidak mengenal tubuh fisik kita sendiri berarti kita tidak mengenal apa yang patut kita banggakan. Mengenal tubuh fisik adalah dengan megetahui kemampuan yang kamu miliki. –KEMAMPUAN APA YANG KAMU MILIKI ?--
Terkadang ketika kita sedang berbaring, maka alam pikiran kita akan melayang ( 37% manusia dari 100% melakukannya –LANGKA KAN—rarely ) karena hal itu mampu membuat orang yang melakukannya merasa aman, tenang dan serasa menguasai seluruh dunia ( terkesan tidak Mu#9*6%n kan )
Pikiran adalah suatu bentuk abstrak yang kehadirannya bisa sangat kuat dan terkadang menguasai manusia itu sendiri ( kuat juga ! – mungkin itu yang disebut dengan KEBELET = diujung Ubun-Ubun Pen.= dalam keadaan sudah tidak bisa ditahan lagi ). Sebagian besar, sebenarnya tidak bisa dikatakan sebagian karena hal ini mencakup seluruhnya bahwa kejahatan ( crime ) yang dilakukan oleh manusia jahat (terkadang yang baikpun tidak sengaja melakukannya) berasal dari pikiran ( mind ) yang berhasil menguasai Manusia itu sendiri meskipun pelaku kejahatan itu mengatakan bahwa itu adalah hasil dari kerja dirinya sendiri. Secara tidak langsung ia tidak menyadari akan dirinya yang telah dikuasai oleh pikiran yang tidak dapat dilawannya itu.

0 komentar:

Posting Komentar